Sembilan Tersangka Pembuat dan Pengedar Uang Palsu Ditangkap

Kompas.com - 25/01/2012, 16:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan orang pembuat dan pengedar uang palsu diringkus Kepolisian Sektor Cilincing. Dari para pelaku, tim penyelidik Polsek Cilincing mengamankan uang palsu lembaran Rp 50.000 dan Rp 100.00 dengan nilai total Rp 44.850.000.

Kepala Polsek Cilincing Komisaris Tuhana, Rabu (25/1), mengatakan, kasus itu terungkap dari laporan warga di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, akan peredaran uang palsu di lingkungannya. Setelah diselidiki, berhasil ditangkap pengedar uang palsu itu, Alimudin (40) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Dari keterangan Alimudin, kata Tuhana, pihaknya berhasil menangkap empat orang tersangka lainnya yang bertugas sebagai perantara dan pengedar uang palsu tersebut. Keempat orang itu adalah Sabhan (64), Mardiyo, Asep Setiadi (40), dan Pepen Apendi (46).

"Penyelidikan kami kembangkan lagi ke pembuat uang tersebut, dan berhasil menangkap empat tersangka lagi di kawasan Cilegon," jelasnya. Keempat tersangka pembuat uang palsu itu adalah Budiyanto (35), Kusnadi (49), Mamat (34), dan Sirna Wijaya (49).

Dari mereka diperoleh berbagai macam alat pembuat uang palsu, seperti alat sablon, kertas HVS, dan printer. Dalam kasus ini, Alimudin mengaku, hanya sebagai perantara penjualan uang palsu dari Mardiyo kepala seorang kawannya Pala. Dia mengaku, sudah tiga kali ini memperantarai penjualan uang palsu kepada Pala, dengan total uang palsu Rp 9 juta.

Uang palsu itu, menurut Alimudin, dijual seharga Rp 50.000 untuk uang palsu Rp 100.000. Sebagai perantara, dia memperoleh uang jasa sebesar Rp 200.000. "Cuma Pala belum ditangkap polisi," kata Alimudin.

Menanggapi pengakuan Alimudin, Wakil Polsek Cilincing Ajun Komisaris Eko Setiyo mengatakan, Pala belum ditangkap karena masih kurang buktinya. "Kami masih menyelidiki terus terkait Pala," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau